Kokoleceran adalah maskot provinsi Banten
yang merupakan salah satu tanaman endemik Banten yang dipercaya hanya
terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon. Saya tidak membahas kokoleceran
yang berupa permainan tradisional dengan baling-baling bambu. Tetapi
kokoleceran yang merupakan tanaman langka bernama ilmiah Vatica bantamensis, yang menjadi flora identitas provinsi Banten namun keberadaannya sangat misterius.
Saya sendiri belum sekalipun melihat tumbuhan ini. Mungkin sobat-sobat lainpun sama dengan saya. Bahkan ketika saya googling
untuk menelusuri tumbuhan bernama Kokoleceran ini, saya pun musti gigit
jari. Jangankan wikipedia Indonesia, wikipedia berbahasa Inggris saja
hanya mempunyai artikel dengan satu kalimat “Vatica bantamensis is a species of plant in the Dipterocarpaceae family. It is endemic to Indonesia.”
Sedikit Mengenal Kokoleceran.
Kokoleceran merupakan pohon yang mampu mencapai tinggi hingga 30 m.
Pada bagian batang yang muda memiliki bulu-bulu halus dan lebat. Daun
Kokoleceran menjorong atau melanset, dengan tangkai daun yang panjangnya
mencapai 2.2 cm. Perbungaannya malai dan terdapat di ujung daun atau di
ketiak daun. Bunga kokoleceran panjangnya mencapai 7 cm. Buah tanaman
endemik ini agak bulat dan mempunyai tangkai yang pendek sekitar 5 mm
panjangnya. Pada buahnya terdapat biji yang berdiameter mencapai 1 cm.
Pohon Kokoleceran (Vatica bantamensis)
merupakan tanaman endemik yang hanya terdapat di Taman Nasional Ujung
Kulon. Cara perkembangbiakan pohon misterius ini adalah dengan biji.
Tanaman ini berkerabat dekat dengan Resak Hiru (Vatica rassak) Yang batangnya banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan pembuatan kapal.
Populasi tumbuhan yang menjadi flora
identitas provinsi Banten ini sampai sekarang masih misterius dan tidak
diketahui dengan pasti. Yang pasti IUCN Redlist memasukkan Kokoleceran (Vatica bantamensis) dalam status konservasi “Terancam” (EN; Endangered).
Sobat Pernah Melihat?.
Mungkin sobat (utamanya yang berada di daerah Banten dan Jawa Barat)
mungkin pernah melihat atau bahkan menanam pohon misterius ini bisa
sedikit sharing dengan saya. Termasuk jika sobat memiliki foto atau
gambar Sang Kokoleceran (Vatica bantamensis) ini. Masa sebuah maskot yang mencerminkan identitas sebuah masyarakat satu provinsi tidak kita kenal dengan baik?
Rasanya sungguh tidak nyaman dan membuat
penasaran jika hanya mengetahui namanya saja tanpa mengenal ciri-ciri,
identifikasi, gambar, maupun populasi tanaman ini.
Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Plantae; Filum: Tracheophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Malvales; Famili: Dipterocarpaceae; Genus: Vatica; Species: Vatica bantamensis; Binomial name Vatica bantamensis (Hassk.) Benth. & Hook.ex Miq.
Upaya - upaya yang di lakukan :
1.
Pelestarian In Situ adalah pelestarian yang dilakukan pada tempat asli tumbuhan
tersebut berada. Contoh pelestarian in situ adalah hutan lindung, dan
taman nasional. Hutan lindung merupakan kawasan yang melindungi tumbuhan.
Adapun taman nasional merupakan kawasan yang melindungi hewan dan
tumbuhan
2.
Pelestarian ex situ adalah pelestarian yang dilakukan di luar tempat
tinggal aslinya. Hal itu dilakukan karena tumbuhan kehilangan tempat
tinggal aslinya. Selain itu, pelestarian ex situ dilakukan sebagai
upaya rehabilitasi, perawatan hewan maupun tumbuhan langka.
Selain
pelestarian in situ dan ex situ, kitapun dapat menjaga kelestarian dengan
usaha-usaha sebagai berikut :
1.
Tidak menebang pohon sembarangan
2.
Melakukan tebang pilih artinya menebang dengan memilih ukuran dan usia
tumbuhan.
3.
Penanaman kembali tanaman yang telah dimanfaatkan atau peremajaan tanaman
4.
Pemeliharaan tanaman dengan benar
Usaha
yang dilakukan pemerintah untuk menjaga kelestarian hewan dan tumbuhan langka
diantanya adalah :
1. Cagar
alam Sebagai tempat perlindungan dan pelestarian hewan, tumbuhan, tanah dan air
2. Hutan
lindung Sebgai tempat melindungi air / daerah resapan air karena di hutan dengan
tumbuhan yang menutupinya jika terjadi hujan maka air akan tertahan dan diserap
tanah
3. Kultur
Jaringan adalah perkembangbiakan tumbuhan dengan cara memperbanyak
sel tumbuh
( jaringan ) menjadi tumbuhan baru.
Keberadaan
tumbuhan sangat penting bagi manusia untuk :
1.
Sumber belajar guna menambah ilmu pengetahuan berharga tentang kehidupan.
2.
Dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan yang berasal dari tumbuhan.
3.
Menjaga keseimbangan lingkungan dan alam sekitar
4.
untuk menyerap CO2 dan menghasilkan oxygen
5.
Memberikan rasa indah terhadap alam ini.
- Referensi: http://www.plantamor.com/index.php?plant=1785
- gambar: http://www.toptropicals.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar